Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?

Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?

ASI mampu meningkatkan imunitas si kecil terhadap penyakit-penyakit seperti diare, ISPA, alergi, dan infeksi telinga. Makanya ibu dianjurkan untuk menyusui si kecil seawall mungkin bahkan sejak si kecil baru keluar dari rahim. UU Kesehatan RI no. 36 tahun 2009 juga menyatakan bahwa bayi hingga usia 6 bulan berhak mendapatkan ASI eksklusif kecuali jika ada indikasi medis yang membutuhkan asupan nutrisi lain selain ASI.

Dalam agama Islam ibu disarankan untuk menyusui hingga usia 2 tahun. Tapi tidak ada ketentuan standard yang menyatakan bahwa menyusui harus berhenti pada usia tertentu. Lalu kapan ibu boleh berhenti menyusui si kecil? Tanda-tanda di bawah ini bisa menjadi panduan bunda menentukan waktu yang tepat untuk mulai menyapih si kecil.

Si kecil mulai tidak tertarik lagi dengan ASI

Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?
Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?

Sejak usia 6 bulan ibu sudah diperbolehkan memberikan makanan tambahan untuk si kecil. Si kecil yang mulai mengenal beraneka ragam bentuk, tekstur dan rasa makanan perlahan-lahan akan berkurang keinginannya untuk menyusu. Jika sebelumnya anak bisa menyusu hingga berjam-jam, sekarang anak menyusu kurang dari setengah jam saja. Kemampuan motorik anak yang mulai berkembang membuat mereka lebih sibuk belajar merangkak atau berjalan ketimbang menyusu. Biasanya rasa ketertarikan pada ASI mulai berkurang di usia 1 tahun. Kalau bunda sudah melihat tanda-tanda si kecil bosan dengan ASI, mungkin sudah saatnya bunda mulai menyapihnya.

Aktivitas menyusui jadi menyakitkan untuk bunda

Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?
Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?

Menyusui si kecil merupakan salah satu aktivitas pengikat jalinan kasih antara ibu dan anak. Tapi menyusui si kecil bisa menyakitkan ketika puting payudara ibu jadi pecah dan berdarah apalagi ketika si kecil sudah mulai tumbuh gigi. Ibu yang merasa kesakitan lama kelamaan akan menganggap menyusui menjadi aktivitas yang tidak membahagiakan lagi dan malah jadi takut dan berusaha menghindarinya. Ibu juga bisa saja malah membenci anaknya. Jika sakit di payudara tidak tertahankan lagi setiap kali menyusui, tidak mengapa kalau ibu mulai menyapih si kecil. Jika khawatir anak kekurangan nutrisi ASI, ibu bisa memompa ASI dan memberikannya pada si kecil lewat botol.

Ibu mulai tidak menikmati momen menyusui

Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?
Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?

Terkadang berkurangnya minat menyusui terjadi duluan pada ibu daripada si kecil. Biasanya ini terjadi ketika ibu kecapekan akibat kesibukannya yang lain. Belum lagi jika ibu kurang tidur karena si kecil yang rewel. Ibu yang capek lama kelamaan tidak fokus lagi dengan bayinya saat menyusui. Aktivitas menyusui menjadi sekedar kewajiban saja tanpa ada rasa tersentuh seperti di awal memiliki bayi. Kalau ibu sudah tidak enjoy lagi dengan aktivitas menyusui maka si kecil pun akan merasakan hal yang sama karena ikatan batin antara ibu dan anak membuat si kecil bisa membaca perilaku ibu dan mengikutinya. Kondisi ini tidak akan baik bagi kejiwaan ibu dan anak. Jadi tidak apa kalau ibu ingin berhenti menyusui sejak saat ini.

Ibu membutuhkan perawatan medis yang bisa berpengaruh pada kualitas ASI

Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?
Kapan Ibu Boleh Berhenti Menyusui Si Kecil?

Banyak perawatan medis dan obat-obatan yang mengandung bahan kimiawi dan zat radiasi yang bisa berpengaruh pada kualitas ASI dan bahkan bisa menimbulkan efek yang berbahaya bagi bayi yang meminumnya. Jika ibu wajib mendapatkan perawatan medis seperti ini karena kalau tidak dilakukan bisa mengancam jiwa ibu, maka mau tidak mau ibu harus berhenti menyusui si kecil. Keluarga sebaiknya memberikan dukungan emosional bagi ibu pada situasi seperti itu karena ibu bisa stress menganggap dirinya tidak mampu menjalin ikatan batin dengan si kecil melalui menyusui.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *