Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil

Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil

Jika keluar darah ketika hamil, jangan lantas mengabaikannya. Karena setiap jenis pendarahan yang dialami oleh ibu hamil memiliki potensi tertentu yang terkait kesehatan kandungan. Jadi, tidak bisa langsung kita simpulkan apakah kondisi keluar darah itu aman atau tidak.

Pendarahan Berbeda dengan Bercak Darah

Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil
Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil

Di samping itu, masih ada yang tidak membedakan antara pendarahan dan kondisi wajar ibu hamil. Yang dimaksud adalah kondisi bercak-bercak darah yang pada umumnya tidak mengancam sang ibu ataupun janin dalam kandungan. Faktanya, sebagian kecil dari ibu hamil mengalami pendarahan. Karena adanya darah yang keluar mengindikasikan sejumlah risiko komplikasi semisal plasenta previa, kehamilan ektopik, dan bahkan risiko keguguran.

Memantau Periode Kehamilan

Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil
Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil

Lalu apa yang mesti dilakukan? Pertama, ibu-ibu yang sedang mengandung bisa mengamatinya dari pembagian dua periode kehamilan. Yaitu pada periode 20 minggu pertama dan pada 20 minggu terakhir. Dua patokan tersebut nantinya masih harus dikonsultasikan pada dokter kandungan yang menangani. Nah, mari kita amati dari dua pembagian periode itu.

Periode Pertama (20 Minggu Awal)

Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil
Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil

Di masa-masa trisemester awal kehamilan, keluarnya darah dari vagina selama kehamilan mungkin dialami sekitar 25 sampai 40 persen. Persentase kecil itu dialami dengan kemungkinan intensitas keluar darah yang lebih dari sebelumnya. Tapi berdasarkan laporan riset dari American Pregnancy Association, kondisi tersebut merupakan proses yang normal selama kehamilan.

Timbulnya bisa berupa bercak darah atau sedikit darah yang keluar di periode ini. Lalu apa yang memicu kondisi tersebut? Ada beberapa kemungkinan seperti infeksi, karena melakukan hubungan seksual, adanya perubahan hormon, atau karena sel-sel telur menempel pada dinding rahim yang disebut sebagai pendarahan implantasi.

Namun keluar darah ketika hamil di periode ini pun bisa jadi mengindikasikan persoalan yang sangat serius. Kemungkinannya bisa disebabkan oleh kehamilan molar. Yaitu adanya pertumbuhan jaringan berbahaya di dalam rahim seperti kanker atau tumor berukuran kecil. Kemungkinan lainnya adalah kehamilan ektopik. Kehamilan ini bisa mengancam nyawa karena janin yang tumbuh bukan dalam rahim tapi di tuba falopi. Kemungkinan lainnya adalah pendarahan subkorionik di plasenta. Dan risiko lainnya adalah keguguran jika pendarahan disertai oleh rasa sakit di perut atau kram.

Risiko keguguran memang selalu dicemaskan akibat berbagai faktor yang kompleks. Tapi pada umumnya setelah melewati masa sekitar dua minggu lebih atau maksimal 16 minggu dan tak ada tanda-tanda pendarahan kemungkinan aman sangat tinggi.

Periode Akhir (20 Minggu Akhir)

Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil
Apakah Aman Ketika Ada Keluar Darah Ketika Hamil

Melewati masa 20 minggu awal tanpa pendarahan yang mencolok merupakan kabar baik. Tapi masih wajib dipantau perkembangannya di periode berikutnya. Pasalnya, masih ada sejumlah kemungkinan akibat pendarahan yang terjadi di masa ini. Di masa inilah perlu dipantau lebih cermat dan sangat disarankan untuk rutin melakukan konsultasi pada dokter kandungan.

Sejumlah risiko yang timbul dari pendarahan di periode ini bisa karena melakukan hubungan seksual. Penyebab lainnya adalah tertutupnya sebagian atau seluruh leher rahim oleh plasenta. Risiko lebih besar dihadapi saat plasenta terlepas sebelum kelahiran karena akan sangat berbahaya bagi janin. Ada juga risiko karena kelahiran prematur yang terjadi sebelum mencapai 37 minggu usia kehamilan dan bobot bayi yang kurang dari standar normal.

Intinya, semua jenis pendarahan yang dialami saat kehamilan mesti segera dilaporkan ke dokter kandungan. Pemeriksaan intensif akan segera dilakukan demi mencegah risiko yang buruk akibat keluar darah ketika hamil.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *