5 Cara Mengurangi Sakit Pada Vagina Saat Hamil Tua

Rasa sakit pada vagina pasti terjadi pada para ibu setelah melahirkan. Rasa sakit ini muncul karena ukuran vagina yang membesar untuk jalur lewat si bayi. Renggangan dan rasa sakit ini tidak berbahaya namun sangat mengganggu.

Hal lain seperti sobekan kecil pada saat perenggangan atau potongan kecil yang dilakukan dokter untuk membantu proses melahirkan juga bisa jadi sumber rasa sakit ini. Rasa sakit ini biasanya lebih lambat reda untuk ibu – ibu yang melahirkan saat tua.

Ada cara untuk mengurangi rasa sakit di area vagina ini, berikut adalah 5 cara diantaranya:

  1. Menggunakan Alat Bantu Untuk Kegiatan Kamar Mandi

    5 Cara Mengurangi Sakit Pada Vagina Saat Hamil Tua
    5 Cara Mengurangi Sakit Pada Vagina Saat Hamil Tua

Hal yang paling membuat khawatir bagi ibu – ibu yang mengalami sakit setelah kehamilan di area vagina, adalah kegiatan kamar mandi. Baik itu kegiatan nomor 1 atau nomor 2, terkadang menimbulkan rasa nyeri ataupun sakit. Hal lain yang terkadang membuat takut adalah menggunakan tisu untuk bersih – bersih setelah selesai kegiatan.

Alat pembersih seperti tisu toilet terkadang terlalu kering dan sakit saat digunakan pada bagian yang belum sembuh benar. Untuk itu biasanya bisa menggunakan alat bantu lain yang biasanya bisa berupa spray. Spray ini nantinya akan diisi air hangat, dan saat proses membuang, semprotkan air hangat ini ke bagian luar vagina, rasa hangat akan mengurangi sakit dan memperlancar pengeluaran. Perlu diingat semprotan ini jangan diarahkan langsung ke lubang vagina karena air hangat dapat menyebabkan perih.

Alat bantu lain adalah bantalan dudukan penghangat, ini biasanya digunakan di toilet duduk. Selain untuk kenyamanan saat pembuangan, rasa hangat ini bisa memperlancar peredaran darah saat duduk di toilet sehingga menghindari sakit di pinggul jika duduk terlalu lama.

  1. Lakukan Terapi Fisik

    5 Cara Mengurangi Sakit Pada Vagina Saat Hamil Tua
    5 Cara Mengurangi Sakit Pada Vagina Saat Hamil Tua

Terapi fisik ini bisa berupa yoga maupun senam kehamilan. Terapi fisik bertujuan untuk membiasakan gerakan pada pinggul dan juga vagina. Semakin daerah ini biasa bergerak, lama kelamaan rasa sakit pada vagina akan cepat mereda.

Hal lain yang dapat dilihat sebagai segi positif adalah melancarkan aliran darah. Darah berfungsi menyebarkan gizi ke seluruh tubuh, dengan darah yang lancar proses penyembuhan daerah luka yang ada di vagina juga akan lebih cepat sembuh.

  1. Kenakan Pakaian yang Nyaman

Hindari pakaian ketat ataupun alas kaki yang memiliki hak tinggi. tekanan pada pakaian ketat biasanya akan menyebabkan gesekan dan rasa tidak nyaman. Hak tinggi membutuhkan keseimbangan dan posisi kaki jinjit, kedua hal ini dapat mengganggu pinggul yang sedang berusaha untuk sembuh. Untuk keperluan ibu – ibu setelah hamil, gunakan pakaian yang nyaman dan kalau bisa yang renggang dan bebas seperti daster.

  1. Berendam Air Hangat

Jika memungkinkan, usahakan untuk berendam air hangat setiap waktu mandi. Sekitar 5 menit saja sudah cukup. Berendam pada waktu mandi ini selain baik untuk sirkulasi, baik juga untuk keperluan relaksasi.

Berendam air hangat ini lebih baik lagi jika dicampur tumbuhan herbal ataupun aromatik. Campuran ini dapat meningkatkan potensi relaks dan juga merenggangkan otot – otot pada area vagina yang tegang setelah melahirkan. Tapi jangan campurkan sabun saat berendam, sabun dapat menimbulkan rasa perih di luka dan sangat mengganggu tujuan relaksasi saat berendam.

  1. Gunakan Obat Jika Dibutuhkan

Penggunaan obat hanya diperlukan untuk rasa tidak nyaman yang tidak tertahan. Obat pengurang rasa sakit bisa dikonsumsi jika memang diperlukan. Obat seperti antibiotik juga bisa jadi pilihan untuk keperluan menghindari infeksi di bekas luka.

Untuk keperluan konsumsi obat ini, ibu – ibu sekalian perlu untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Tidak semua jenis obat cocok dikonsumsi pada kondisi pra-melahirkan. Dokter juga bisa memberikan pilihan obat alternatif yang lebih alami jika memang obat untuk sakit pada vagina yang umum tidak cocok.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *